XtGem.com
Duck hunt

Recommend
Diabetes mellitus,DM (bahasa Yunani: διαβαίνειν, diabaínein, tembus atau pancuran air) (bahasa Latin: mellitus, rasa manis) yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah penyakit kencing gula adalah kelainan metabolis yang disebabkan
oleh banyak faktor, dengan simtoma berupa hiperglisemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, sebagai akibat dari:

Berbagai penyakit, sindrom dan simtoma dapat terpicu oleh diabetes mellitus, antara lain:

Klasifikasi
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan bentuk diabetes
mellitus berdasarkan perawatan dan simtoma:

  1. Diabetes tipe 1, yang meliputi simtoma ketoasidosis hingga rusaknya sel beta di dalam pankreas yang disebabkan atau menyebabkan autoimunitas, dan bersifat idiopatik. Diabetes mellitus dengan patogenesis jelas, seperti fibrosis sistik atau defisiensi mitokondria, tidak termasuk pada penggolongan ini.
  2. Diabetes tipe 2, yang diakibatkan oleh defisiensi sekresi insulin, seringkali disertai dengan sindrom resistansi insulin
  3. Diabetes gestasional, yang meliputi gestational impaired glucose tolerance, GIGT dan gestational diabetes mellitus, GDM.
dan menurut tahap klinis tanpa
pertimbangan patogenesis, dibuat
menjadi:

  1. Insulin requiring for survival diabetes, seperti pada kasus defisiensi peptida-C.
  2. Insulin requiring for control diabetes. Pada tahap ini, sekresi insulin endogenus tidak cukup untuk mencapai gejala normoglicemia, jika tidak disertai dengan tambahan hormon dari luar tubuh.
  3. Not insulin requiring diabetes.
Kelas empat pada tahap klinis serupa
dengan klasifikasi IDDM ( insulin-dependent diabetes mellitus), sedang tahap kelima dan
keenam merupakan anggota
klasifikasi NIDDM ( non insulin-dependent diabetes
mellitus). IDDM dan NIDDM
merupakan klasifikasi yang
tercantum pada International
Nomenclature of Diseases pada tahun
1991 dan revisi ke-10 International Classification of Diseases pada tahun
1992.

Klasifikasi Malnutrion-related diabetes
mellitus, MRDM, tidak lagi digunakan
oleh karena, walaupun malnutrisi dapat memengaruhi ekspresi
beberapa tipe diabetes, hingga saat
ini belum ditemukan bukti bahwa
malnutrisi atau defisiensi protein
dapat menyebabkan diabetes.
Subtipe MRDM; Protein-deficient pancreatic diabetes mellitus, PDPDM,
PDPD, PDDM, masih dianggap
sebagai bentuk malnutrisi yang
diinduksi oleh diabetes mellitus dan
memerlukan penelitian lebih lanjut.
Sedangkan subtipe lain, Fibrocalculous pancreatic diabetes,
FCPD, diklasifikasikan sebagai penyakit pankreas eksokrin pada lintasan fibrocalculous
pancreatopathy yang menginduksi
diabetes mellitus.

Klasifikasi Impaired Glucose
Tolerance, IGT, kini didefinisikan
sebagai tahap dari cacat regulasi
glukosa, sebagaimana dapat diamati
pada seluruh tipe kelainan
hiperglisemis. Namun tidak lagi dianggap sebagai diabetes. Klasifikasi Impaired Fasting
Glycaemia, IFG, diperkenalkan
sebagai simtoma rasio gula darah puasa yang lebih tinggi dari batas
atas rentang normalnya, tetapi masih
di bawah rasio yang ditetapkan
sebagai dasar diagnosa diabetes.


Diabetes mellitus tipe 1